BAHASA TUBUH

Bahasa tubuh adalah komunikasi nonverbal (tanpa kata-kata). Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu jeda, suara, serta postur dan gerakan tubuh.

Berkomunikasilah dengan Bahasa Tubuh yang Tepat

Seorang pembicara publik dituntut untuk bisa melatih bahasa tubuh mereka. Seperti yang dijelaskan dalam buku Public Speaking Mastery karya Ongky Hojanto, menyatakan bahwa inti yang mempengaruhi kelancaran dalam komunikasi ada 3 hal:

  1. 7% dari kata-kata
  2. 38% dari kualitas suara
  3. 55% dari bahasa tubuh

Dari ketiga unsur tersebut, bahasa tubuh merupakan aspek yang mengambil porsi paling besar. Sehingga, jika seorang pembicara mampu dengan piawai menggabungkan kemampuannya dalam berkata, mengolah suara, dan memainkan bahasa tubuh, maka pesan yang disampaikannya pun akan menjadi lebih maksimal.

Memperbaiki bahasa tubuh dapat membuat perbedaan yang besar ketika seseorang menilai kepribadian kita. Bahasa tubuh yang baik dapat menunjukkan bahwa kita memiliki kecakapan, daya pikat dan suasana hati yang positif. Sebagai contoh : jika kita sering tersenyum, kita akan merasakan lebih bahagia. Jika kita duduk dengan tegap, kita akan merasakan lebih energik. Jika kita melambatkan gerakan kita (tidak terburu-buru), kita akan merasakan lebih tenang.

Secara tidak sadar, bahasa tubuh dapat kita lihat dalam aktivitas sehari-hari yang terdiri dari bagaimana cara kita duduk, cara kita berdiri, cara kita menggunakan kedua tangan dan kaki kita, serta apa yang kita lakukan ketika berbicara dengan seseorang.

Dibawah ini adalah beberapa bahasa tubuh yang perlu kita perhatikan ketika berkomunikasi dengan seseorang:

  1. Jangan silangkan kaki dan tangan kita.

Kita mungkin sudah sering mendengar bahwa menyilangkan tangan atau kaki dapat menunjukkan bahwa kita tertutup terhadap lawan bicara dan ini tidak menciptakan hubungan pembicaraan yang baik. Bukalah selalu posisi tangan dan kaki kita.

2. Lakukan kontak mata.

Dengan melakukan kontak mata pada lawan bicara kita dapat membuat hubungan pembicaraan menjadi lebih baik dan kita dapat melihat apakah mereka sedang mendengarkan kita atau tidak. Namun juga bukan dengan menatapnya (terus-menerus), karena akan membuat lawan bicara kita menjadi risih. Jika kita tidak terbiasa melakukan kontak mata pada lawan bicara kita, memang kita akan merasakan ketidaknyamanan pada saat pertama kali. Namun lakukan saja terus dan kita akan terbiasa suatu saat nanti.

3. Buatlah jarak antara kedua kaki kita.

Memberi jarak antara kedua kaki (tidak dirapatkan) baik dalam posisi berdiri maupun duduk menunjukkan bahwa kita cukup percaya diri dan nyaman dengan posisi kita.

4. Santaikan bahu kita.

Ketika kita merasa tegang, kita akan merasakan juga ketegangan di kedua bahu kita. Biasanya terlihat dari posisi bahu yang sedikit terangkat dan maju ke depan. Cobalah untuk mengendurkan ketegangan dengan menggerakkan bahu kita dan mundurkan kembali posisinya agak ke belakang.

5. Mengangguk ketika lawan bicara kita sedang berbicara.

Mengangguk menandakan bahwa kita memang sedang mendengarkan. Namun bukan berarti kita mengangguk berlebihan (terus menerus dan cepat) layaknya burung pelatuk :), karena itu akan terlihat seperti dibuat-buat.

6. Jangan membungkuk, duduklah dengan tegak.

Membungkuk menandakan bahwa kita tidak bergairah, dan tegak disini maksudnya adalah tetap dalam koridor santai, tidak tegang.

7. Condongkan badan, namun jangan terlalu banyak.

Jika kita ingin menunjukkan bahwa kita antusias dan tertarik dengan apa yang disampaikan oleh lawan bicara kita, condongkan sedikit tubuh kita ke arahnya. Namun jangan juga terlalu condong karena kita terlihat seperti akan meminta sesuatu. Jika kita ingin menunjukkan bahwa kita cukup percaya diri dan santai, condongkan sedikit badan kita ke belakang. Namun juga jangan terlalu condong, karena kita akan terlihat arogan.

8. Tersenyum dan tertawa.

Cerialah, jangan terlalu serius. Santai, tersenyum bahkan tertawa jika seseorang menceritakan sesuatu hal yang lucu. Orang akan cenderung mendengarkan kita jika kita terlihat sebagai orang yang positif. Namun juga jangan menjadi orang yang pertama kali tertawa jika kita sendiri yang menceritakan cerita lucu nya, karena kita akan terkesan gugup dan seperti minta dikasihani. Tersenyumlah ketika kita berkenalan dengan seseorang, namun jangan pula tersenyum terus menerus karena kita akan dianggap menyimpan sesuatu dibalik senyuman kita.

9. Jagalah posisi kepala kita tetap lurus.

Jangan melihat ke bawah ketika kita berbicara dengan seseorang. Kita akan terlihat seperti tidak nyaman berbicara dengan lawan bicara kita dan juga terlihat seperti orang yang tidak percaya diri.

10. Jangan terburu-buru.

Ini bisa berlaku untuk apa saja. Bagi kita yang mempunyai kebiasaan berjalan dengan cepat, cobalah sesekali untuk memperlambat jalan kita. Selain kita akan terlihat lebih tenang dan penuh percaya diri, kita juga akan merasakan tingkat stress kita berkurang.

11. Hindari gerakan-gerakan yang menunjukkan bahwa kita gelisah.

Seperti menyentuh muka kita, menggoyang-goyangkan kaki kita atau mengetuk-ngetuk jari kita di atas meja dengan cepat. Gerakan-gerakan semacam itu menunjukkan bahwa kita gugup dan dapat mengganggu perhatian lawan bicara atau orang-orang yang sedang berbicara dengan kita.

12. Efektifkan penggunaan tangan kita.

Daripada kita menggunakan tangan kita untuk hal-hal yang dapat mengganggu perhatian lawan bicara kita, seperti disebutkan dalam point 11 di atas, lebih baik kita menggunakan tangan kita untuk membantu menjelaskan apa yang kita sampaikan.

 

Itulah beberapa bahasa tubuh yang perlu kita perhatikan ketika berkomunikasi dengan seseorang, intinya berkomunikasilah dengan santai dan rileks serta jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Selamat mencoba…

Febriansyah Trainer

Profesional Trainer, Writer, Entrepreneur, Blogger and Traveler

2 tanggapan untuk “BAHASA TUBUH

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: