FILOSOFI LEMANG

Hai gaes… Seperti postingan saya sebelum ini tentang Lemang, salah satu makanan khas beberapa wilayah di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan. Berikut filosofi dari Lemang:

Pertama; Lemang itu dibuat dengan beras ketan pilihan dan berkualitas. Artinya, kita harus menjadi orang yang berkualitas agar terpilih menjadi juara dan sukses dalam kehidupan.

Kedua; Lemang dimasak dengan menggunakan ruas bambu yang bagus. Artinya, untuk menjadi diri yang berkualitas kita harus menjalani  kehidupan dalam pendidikan dan lingkungan yang baik.

Ketiga; Memasak lemang itu butuh waktu yang lama. Artinya, untuk meraih kesuksesan butuh kesabaran. Karena tidak ada sukses yang instan, semuanya perlu proses.

Keempat; Dalam memasak lemang, bambu dibakar langsung di atas bara api agar lebih nikmat. Artinya, perjalanan menuju sukses itu banyak sekali halang rintang yang menghadang, tapi kita harus jalani dengan baik. Sebagaimana peribahasa, “Bersakit dahulu, bersenang kemudian”.

Kelima; Beras ketan tidak langsung dimasukkan ke dalam ruas bambu, tetapi dibungkus daun pisang terlebih dahulu. Artinya, selain pendidikan, lingkungan yang baik, sabar perlu juga “selimut” AGAMA dalam hal ini IMAN yang menguatkan kita agar tidak rapuh dalam menapaki jalan menuju sukses. Ini sekaligus menjadi inti dari filosofi lemang.

Febriansyah Trainer

Profesional Trainer, Writer, Entrepreneur, Blogger and Traveler

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: