KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM TRADISI SOSIOPSIKOLOGIS

Dalam tradisi sosiopsikologis, Littlejohn menekankan komunikasi kelompok merupakan percakapan yang bergerak dinamis dalam upaya membentuk dan memahami kelompok itu sendiri dan biasanya dimulai atau berfokus pada kelompok kecil. Sehingga, teori dalam tradisi ini diarahkan untuk melihat pesan yang dibentuk individu diungkapkan dalam kelompok dan mempengaruhi peran serta kepribadian individu lain dalam kelompok tersebut.

Teori Analisis Proses Interaksi (Interaction process analysis Theory)

Analisis Proses Interaksi merupakan karya klasik dari Robert Bales yang menjelaskan bahwa dalam lingkup kelompok kecil terjadi proses komunikasi dalam hal ini saling bertukar pesan yang menjadi dasar terbentuknya peran dan kepribadian dari anggota kelompoknya. Hal ini terjadi karena komunikasi kelompok mempengaruhi karakter individu yang ada dalam sebuah kelompok tadi.

Menurut Bales, individu dapat menunjukkan dua perilaku atau sikap, baik utuh ataupun mengombinasikannya. Pertama, sikap positif seperti keramahan, senang bercerita atau sikap menunjukkan persetujuan. Kedua, sikap negatif seperti penolakan, menciptakan ketegangan, atau kurang ramah. Sikap atau perilaku ini yang mewarnai peran dan aspek tugas yang melekat pada peran tersebut dalam sebuah kelompok serta tujuan utamanya adalah upaya berbagi kelompok, misalnya dengan bertanya atau memberi informasi dan meminta atau memberi saran (opini).

Oleh karena itu, dalam analisisnya Bales membagi analisis proses interaksi menjadi dua konstruk konteks komunikasi kelompok. Pertama, disebut sebagai socioemotional behaviors; perilaku yang menunjukkan pesan keramahan, ketegangan dan keterbukaan untuk bercerita dari pembawaan individu dalam kelompok. Kedua, task behavior; terkait perilaku mau berbagi atau enggan berbagi opini, saran, dan informasi sebagai pembagian tugas indvidu dalam kelompok.

Gagasan dari task behavior ini dikembangkan oleh Bales dalam melihat posisi dan peran individu di sebuah kelompok terutama posisi dan peran pimpinan kelompok. Ada tiga dimensi yaitu: 1) Dominan dengan pasif; 2) Ramah dengan tidak ramah; dan 3) Aktif dengan emosional. Perilaku dan sikap yang dibawa individu dan dikomunikasikan dalam kelompok menentukan tanggapan dan komunikasi dari individu lain di kelompok serta menentukan peran dan keberlangsungan kelompok sendiri.

Namun pandangan Bales ini memiliki keterbatasan dalam menjelaskan sistem komunikasi yang terjalin dalam kelompok. Meskipun menggunakan konstruk Analisis Proses Interaksi dalam menyebut teorinya, Bales memfokuskan amatannya pada dimensi psikologis (kepribadian) individu yang terjalin dalam kelompok. Hal ini tentu saja tidak melihat sistem atau dimensi yang lebih luas dalam percakapan berkonteks kelompok terutama melihat bagaimana komunikasi membantu membentuk dan menjalankan kelompok.

Febriansyah Trainer

Profesional Trainer, Writer, Entrepreneur, Blogger and Traveler

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: