PAUL F. LAZARSFELD; COMMUNICATION EFFECT AND THE ERIE COUNTY STUDY

Paul Lazarsfel dikenal dengan focus kajiannya pada efek media massa, dia juga dikenal sebagai ilmuan sosial yang menggunakan metodologi kuantitaif dalam melakukan studi tentang perilaku pemilih yang dikenal dengan Erie County Study dalam pemilihan presiden. Dalam penelitian itu dia melihat bagaimana efek media massa dalam mempengaruhi perilaku pemilih dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, penelitiannya tersebut menemukan bahwa media massa tidak banyak berpengaruh terhadap perilaku pemilih waktu itu, kebanyakan pemilih sudah menentukan pilihan sebelum masa kampanye dimulai.

Pada tahun 1945 (awal era nuklir dan jajak pendapat) Lazarsfeld mengamati bahwa bentuk organisasi sosial yang seharusnya disesuaikan dengan penemuan apapun yang sedang dibuat dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertutup yang dapat digali oleh peneliti sosial, Lazarsfeld dan perusahaan yang membiayai menyederhanakan perhatian pada dampak media. Para peneliti ini membawa pada komunikasi dua tahap dan sebuah Model Personal Influence yang menyatakan bahwa media massa tidak sebagai kekuatan dominan dan utama, tetapi beroperasi di dalam komunikasi interpersonal dan sejumlah pengaruh sosialisasi.

Dalam tulisannya yang berjudul “Mass Communication, Popular Taste and Organized Social Action”, Paul F. Lazarsfeld dan Robert K. Merton menggunakan istilah “Narcotizing Dysfunction” sebagai istilah yang ditimbulkan oleh media massa dalam mempengaruhi kondisi sosial masyarakat. Studi kasus yang diambil adalah masyarakat Amerika Serikat. Dalam studinya mereka menerangkan bahwa banjir informasi telah membius orang Amerika ke dalam apatisme massa. Media massa membuat mereka kecanduan, layaknya sebuah “narkotika sosial”.

Lebih lengkap Lazarsfeld dan Merton berpendapat, “Increasing dosages of mass communications may be inadvertently transforming the energies of men from active participation into passive knowledge.” (Meningkatnya dosis komunikasi massa dengan kurang hati-hati bisa saja mengubah energi manusia dari partisipasi aktif menjadi pengetahuan pasif). Pendapat ini setidaknya bisa menjadi rujukan kita bersama ketika masyarakat tidak melakukan proses kritis, pro aktif dan selektif terhadap iklan-iklan para capres yang ditayangkan di televisi maka masyarakat pun pada akhirnya hanya akan menjadi pemilih pasif.

Sebagai penutup, efek Narcotizing Dysfunction media massa khususnya televisi pada akhirnya bisa menyebabkan pasifnya pengetahuan seseorang diakibatkan karena mengkonsumsi media tanpa hati-hati. Ruang lingkup yang lebih luas dapat membentuk pseudo-environment yang mempunyai ciri khas hanya menggantungkan kebenaran informasi pada media televisi semata.

Febriansyah Trainer

Profesional Trainer, Writer, Entrepreneur, Blogger and Traveler

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: