PROFIL PEMUDA ISLAM (ZAMAN NOW)

Fenomena kebangkitan islam Menurut Dr. Yusuf Qordhawi dalam kitabnya “Ummatuna Bainal-Qarnain” ditandai dengan kembalinya para Pemuda kepada ajaran Islam dan masjid mulai diramaikan oleh mereka serta banyaknya  muslimah yang mengenakan Jilbab.

Karakteristik  Pemuda

Berikut ini adalah beberapa karakter seorang pemuda:

  1. Syaja’ah (Berani)
  2. Semangat tinggi
  3. Berpikir logis dan kritis
  4. Rasa Keingintahuan
  5. Berjamaah (Komunitas)
  6. Quwwatul Jism (kuat jasmani)

Fungsi Pemuda dalam Peradaban

Pertama, adalah Agent of Change (Agen perubah), ini sudah dicontohkan oleh para Rasul dan Shahabat, Rasulullah SAW saat muda digelari Al-Amin atas peranannya sebagai pelerai pertentangan dalam Perang Fujjar di Mekkah, sahabat Rasulullah SAW Mush’ab Bin Umair  berhasil mempersiapkan Madinah untuk Hijrahnya Rasulullah dan Sahabat pada Usia 20 tahun, Ali Bin Abi Thalib telah masuk Islam pada usia 10 tahun, 2 shahabat muda menjadi pahlawan perang Badar dengan keahlian menombak dan bergulatnya, sampai-sampai melihat potensi yang begitu besar presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah mengatakan, “Berikan saya 100 orang tua akan saya pindahkan gunung Himalaya, tapi berikan saya 10 pemuda akan saya guncangkan Dunia”.

Kedua, sebagai Social Control, pemuda dengan sense (kepekaan) yang tinggi akan keadaan disekitarnya, kemurniaan perjuangannya mampu menjadi penekan dan pengontrol pemerintah akan kebijakannya yang berhubungan dengan keadaan masyarakat, ini dapat dilihat dari pergerakan-pergerakan pemuda di dunia yang berhasil menuntaskan tindakan kedzaliman para penguasanya  seperti : Hungaria, Perancis, Jerman, Amerika, Sudan, Korea dan Indonesia.

Ketiga, sebagai Iron Stock, pemuda dapat dipastikan akan menjadi pemimpin masa depan, pemimpin yang diharapkan dapat memberikan kontribusinya untuk perbaikan Bangsa dan Negara.

Penyakit yang menimpa pemuda khususnya remaja masa kini

  1. Terpengaruh Ghazwul Fikri dan Ghazwul Hadhari (perang pemikiran dan budaya)
  2. Westernisme/Amerikanisme, Sekulerisme, Hedonisme, Permisivisme, Nasionalisme sempit
  3. Virus Merah Jambu (pacaran)
  4. Krisis jati diri/kurang PeDe

Semua kasus ini disebabkan oleh lemahnya aqidah, tarbiyah, kemauan, harga diri, persaudaraan, kepemimpinan dan lemahnya dakwah yang terprogram.

Wahai Pemuda Islam, Bangkitlah!

Pemuda Islam adalah pilar dan tulang punggung kebangkitan Islam (Shahwah Islamiyah), Ahli Fiqh kontemporer Dr. Yusuf Qordhawi dalam bukunya “ Generasi Mendatang Generasi Yang Menang” mengatakan, “Wahai Saudaraku seiman! Sunnah Allah sudah ditetapkan, sehabis malam akan segera tiba fajar bahkan malam yang pekat pun menandakan fajar kan segera tiba”. Beliau menjelaskan setelah keterpurukan yang begitu dasyat, penghinaan yang berat, serta ketertinggalan yang sangat, maka akan berganti dengan proses perbaikan yang menyeluruh, kembalinya Izzah kaum muslimin, kebangkitan yang diusung oleh para pemuda, penyakit yang menjangkiti umat akan berganti dengan munculnya karakter-karakter unggul, generasi baru dengan semangat baru, generasi yang akan menyandang sebagai generasi pemenang pemimpin dunia, oleh karena itu kita sebagai para pemuda perlu mempersiapkan diri, mempersiapkan kontribusi dan kerja yang nyata untuk proses kebangkitan Islam (Shahwah Islamiyah) sebagai Sunnatullah yang amat keras, tidak pilih kasih dan pasti terjadi.

Adapun hal konkrit yang dapat dilakukan adalah :

  1. Niat yang Ikhlas
  2. Bangga sebagai seorang Muslim dan senantiasa mengingat kembali karakter dan fungsi pemuda serta sejarah kegemilangan Islam dengan peranan pemuda didalamnya
  3. Perdalam Pemahaman Keislaman
  4. Ibadah/mendekatkan diri kepada Allah SWT
  5. Menjaga Akhlak Islami sebagai sarana Syi’ar
  6. Menjaga ukhuwah Islamiyah
  7. Mengembangkan diri (Tanmiyatul Kafa’ah)
  8. Belajar dengan Rajin & menjadi Intelektual Muslim
  9. Manajemen Diri & manajemen Waktu
  10. Mujahadah &  Istiqomah

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahua’lam….

Febriansyah Trainer

Profesional Trainer, Writer, Entrepreneur, Blogger and Traveler

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: