SIAPAKAH KITA SEBENARNYA?

Siapakah kita sebenarnya? Banyak orang yang merasa dirinyalah yang paling baik, hebat, dll! Tapi kenyataannya mereka tidak lebih dari seorang yang belum mengenali siapa diri mereka sebenarnya. Simaklah sepenggal kisah inspiratif dibawah ini:

Diruang tunggu sebuah bandara, seorang ibu muda terlihat sedang menunggu pesawat yang akan menerbangkan dirinya. Karena harus menunggu cukup lama, ia memutuskan untuk membeli buku bacaan dan sebungkus biskuit sekedar untuk camilan saat menunggu pesawat. Ia kemudian duduk disalah satu kursi di ruang tunggu VIP, sambil bersandar ia mulai membuka dan membaca buku yang dipegangnya.

Di kursi sebelah (yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja kecil) yang diatasnya tersaji sebungkus biskuit, duduk seorang pria. Pria tersebut terlihat sedang membaca sebuah majalah yang dipegangnya. Ketika ibu muda itu mengambil sepotong biskuit yang terletak diatas meja, pria tersebut juga mengambil sepotong.

Si ibu muda merasa terganggu dengan perbuatan pria tersebut, namun ia diam saja. Ia hanya bergumam, “Huhu..Menyebalkan! Enak saja mengambil biskuit orang, rasanya ingin kutampar”. Begitu seterusnya, setiap ibu muda mengambil sepotong biskuit, maka pria tersebut juga melakukan hal yang sama sambil tersenyum kepada si ibu muda.

Perbuatan pria tersebut benar-benar mengundang geram si ibu muda, namun ia tetap menyimpan kedongkolannya didalam dada, hingga biskuit itu hanya tinggal sepotong. Si ibu muda bergumam, “Hmm…Saya ingin melihat apa yg dilakukan pria ini”. Kemudian si pria itu mengambil biskuit yang hanya tinggal sepotong, kemudian membelahnya. ia mengambil separuh, dan mempersilahkan ibu muda untuk menikmati yang separuhnya lagi.

Benar-benar keterlaluan, pikir ibu muda itu. Kemudian ia bangkit, mengemasi barangnya dan pergi meninggalkan tempat duduk tersebut, pindah ke ruang keberangkatan. Ketika si ibu muda ini didalam pesawat, ia membuka tas jinjingnya untuk mengambil kacamata, dan betapa terkejutnya ia mendapati sebungkus biskuit, ternyata bungkusan biskuitnya masih utuh. Betapa menyesalnya ibu muda itu, ia benar-benar merasa malu, merasa bersalah.

Ia mengira bahwa biskuit yang dimakan tadi adalah miliknya. Ternyata bukan! Itu adalah biskuit kepunyaan pria yang tadi disebelahnya. Pria tadi membagi biskuit antara dirinya dan si ibu muda dengan ikhlas, tanpa merasa terganggu, marah ataupun merasa rugi. Bahkan ketika biskuitnya tinggal sepotong, ia membelahnya dan mempersilahkan kepada ibu muda untuk menikmati bagian separuh potongannya.

Sementara ibu muda merasa sebaliknya, ia merasa bahwa biskuit itu adalah miliknya yang telah diserobot oleh pria disebelahnya, dan menyangka betapa pria tersebut telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan dan kurang ajar yang membuat ibu muda jengkel dan marah besar.

Sahabatku…. Ingatlah ada empat hal yg tidak dapat diraih kembali:

  1. Batu setelah dilempar
  2. Kata setelah diucapkan
  3. Kesempatan setelah berlalu, dan
  4. Hidup didunia setelah kematian

Oleh karena itu, berhati-hatilah dengan keempat itu. Nilailah pribadi kita sebelum mengoreksi orang lain, berbuat baiklah dengan sesama, ucapkan kata-kata yang baik, manfaatkan waktu sebaik-baik mungkin, dan jadilah pribadi yang selalu gemar bertaubat, bersyukur, dan terus memperbaiki diri.

Febriansyah Trainer

Profesional Trainer, Writer, Entrepreneur, Blogger and Traveler

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: