THE POWER OF “NANTI SAYA KASIH TAHU”

“Nanti saya kasih tahu”, jawab seorang blogger profesional bernama Kang Arul atau biasa dipanggil dosen galau saat beberapa kali ditanya oleh peserta dalam kelas blogger yang diadakan oleh FLP Jakarta, di gedung Proxsis IT Learning Center, Kuningan, Jakarta Selatan pada Ahad, 11 Maret 2018 lalu.

Yups, hari itu for the first time bagi saya mengikuti kelas blogger sebagai peserta penuh yang diadakan oleh FLP Jakarta setelah sebelumnya hanya menjadi peserta peninjau yang duduk di bangku cadangan (di luar ruangan) alias hanya menjadi “tukang ojek penulis” (TOP). hee

IMG-20180319-WA0014[1]
suasana kelas blogger FLP Jakarta

Sebagai “tukang ojek” pagi itu saya termasuk assabiqunal awwalun atau tujuh orang yang pertama kali sampai di lokasi acara (Saya, Kak Etika, Kak Icha, Kak Nia, plus 3 orang karyawan Proxsis), kemudian disusul beberapa peserta lain, dan Kang Arul trainer kelas hari itu. Hebatnya Kang Arul termasuk yang datang lebih awal daripada banyak peserta lainnya. (cieee… trainer teladan)

Seperti biasa kelas hari itu dibuka oleh Kak Shinta yang banyak fansnya (kabarnya sudah jutaan Shinta Lovers), dilanjutkan tilawah merdu dari Kang Syahrul (tanpa Gunawan) Kepala Suku Muda FLP Angkatan 21. Kemudian penyampaian materi dari Kang Arul dengan tema “Ngeblog Galau Bareng Kang Arul”. (Aseli bikin galau)

Pada bagian awal Kang Arul menyampaikan bagaimana mengelola blog dengan baik, termasuk menentukan apa NICHE blog kita. Niche adalah topik atau pokok bahasan yang menjadi ciri khas blog, sebaiknya sebuah blog memiliki maksimal tiga niche atau topik. Kenapa maksimal tiga niche? “Nanti saya kasih tahu” (wkwkwk)

Peserta diminta menentukan apa niche blog masing-masing, ditulis pada selembar post it kemudian di tempel di sisi depan ruangan acara. Niche blog saya adalah KEPEMIMPINAN-MOTIVASI-KOMUNIKASI (sebenarnya lebih dari tiga, kalau tidak percaya cek aja di www.febriansyahtrainer.com). Mungkin bisa juga kalau dirangkai niche saya menjadi “PEMIMPIN  sukses yang mampu meMOTIVASI dan berKOMUNIKASI dengan baik kepada timnya”. (bukan bawahan, karena bawahan di Tanah Abang suka diobral) 😀

IMG-20180319-WA0010[1]
niche para peserta

Selama pemaparan materi, Kang Arul banyak menyampaikan istilah-istilah baru dan asing dalam dunia blog, terutama  bagi kami para peserta (maklum newbie). “Beda lepel”, kalau kata Kang Arul dalam logat Sunda. Ini membuat rasa ingin tahu peserta semakin besar, sehingga peserta semakin antusias dengan mengajukan pertanyaan di sela-sela pemaparan materi.  “Nanti saya kasih tahu”, jawab Kang Arul seperti biasa saat ditanya peserta.

“Nanti saya kasih tahu”, kemudian jawab Kang Arul lagi pada pertanyaan peserta berikutnya, lagi dan lagi sampai beberapa kali. Sehingga kalimat “Nanti saya kasih tahu” hari itu menjelma bak mantra sihir dari seorang ahli sihir (mbah dukun) yang menyihir para peserta agar semakin antusias mengikuti kelas hingga usai.

Selain membuat peserta semakin antusias, mantra “Nanti saya kasih tahu” juga bisa membuat tenang peserta di tengah gejolak rasa penasaran dalam dirinya. Bagaimana tidak, saya melihat banyak peserta yang bertanya, kemudian menjadi tenang, diam dan “menerima” ketika sudah keluar mantra “Nanti saya kasih tahu” dari Mbah Kang Arul.

IMG-20180319-WA0013[1]
Mbah Kang Arul saat totalitas mendampingi peserta

Dalam dunia public speaking, kalimat “Nanti saya kasih tahu” ini memang seperti mantra agar audiens penasaran, tertarik dan semakin antusias mendengarkan setiap perkataan yang diucapkan oleh pembicara. Biasanya disebut teknik Powerful Question or Powerful Statement, yaitu berupa pertanyaan dan/atau pernyataan yang jawabannya di akhir seminar/acara.

Selain materi yang ketjeh abis, yang tidak kalah istimewanya di kelas hari itu adalah, peserta membawa aneka makanan khas Betawi mulai dari makanan zaman kompeni sampai zaman now. Bagi saya itu menjadi pelengkap mantra “Nanti saya kasih tahu” dari Mbah Kang Arul, yah seperti ada sajen-sajen gitu, sehingga membuat peserta semakin trance dalam mengikuti kelas.

IMG-20180319-WA0016[1]
aneka makanan khas Betawi

Acara diskorsing dari pukul 12.00 s.d. 13.00 wib untuk istirahat dan shalat zhuhur (tanpa makan siang berat, karena kali ini panitia tidak dapat sponsor. hee). Dan hingga akhir materi ternyata yang ditunggu-tunggu jawaban dari “Nanti saya kasih tahu” tidak kunjung muncul.

Akhirnya bisa dipastikan peserta tidak cukup puas dengan kelas hari itu, tetapi rasa penasaran yang muncul sudah menjadi deposit semangat dan antusiasme kami para peserta untuk mengikuti kelas blogger FLP Jakarta berikutnya. Mantra “Nanti saya kasih tahu” telah sukses menyihir para peserta agar terus fokus dan antusias mengikuti kelas  selama lebih kurang lima jam. (Wow)

Begitulah kira-kira kekuatan mantra “Nanti saya kasih tahu”  bekerja dalam pikiran bawah sadar (sub-conscious mind) para peserta pada hari itu. Mungkin ini yang dimaksud Eyang Einstein, “Keingintahuan sepertinya adalah sebuah anugerah terbesar yang diberikan oleh Sang Pencipta ke dalam diri setiap manusia “. -(Albert Einstein)-

Di akhir acara diumumkan peserta terbaik dalam beberapa kategori, sebelum akhirnya ditutup dengan foto bersama para peserta, pembicara, dan pihak proxsis sebagai tuan rumah.

IMG-20180319-WA0008[1]
foto bersama trainer, peserta, dan Proxsis

 

*Survey (jawab di komentar ya): Pelajaran apa yang bisa diambil dari tulisan di atas??? Apapun jawabannya asal jangan “Nanti saya kasih tahu” ya. Hahaha 😀

Febriansyah Trainer

Profesional Trainer, Writer, Entrepreneur, Blogger and Traveler

7 tanggapan untuk “THE POWER OF “NANTI SAYA KASIH TAHU”

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: